Program Studi Akuakultur

Kini nomenklatur Program Studi Budidaya Perairan telah berubah menjadi Program Studi Akuakultur sesuai ketetapan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi baru-baru ini.

Program Studi Budidaya Perairan didirikan tahun 1994 melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti No: 273/DIKTI/Kep/1994 tanggal 11 Oktober 1994. Saat ini, Akreditasi Prodi Budidaya Perairan mendapat peringkat “B” sesuai Surat Keputusan BAN PT No. 2197/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2017. Dengan peringkat akreditasi baru tersebut, Prodi Budidaya Perairan kini lebih meningkatkan kualitas yang dimiliki. Hal ini tentu bukanlah perjuangan yang mudah, untuk itu prodi Budidaya Perairan terus meningkatkan kualitas bidang akademik, meliputi kegiatan pendidikan, peneltian dan pengabdian masyarakat yang harapannya akan terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sekaligus kepada pemerintah sebagai mitra sekaligus pengguna lulusan.

Visi:

Menjadi program studi unggul di Indonesia Timur tahun 2025 dalam bidang budidaya perairan selat berorientasi pemanfaatan sumberdaya selat dan pulau-pulau kecil berbasis IPTEKS.

Misi

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang komprehensif dalam bidang budidaya perairan selat dan pulau-pulau kecil;
  2. Meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan dalam bidang budidaya perairan selat dan pulau-pulau kecil;
  3. Menghasilkan dan mengembangan teknologi tepat guna bidang budidaya perairan selat dan pulau-pulau kecil;
  4. Menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidang budidaya perairan selat dan pulau-pulau kecil;
  5. Menyelenggarakan dan berperan aktif dalam berbagai pertemuan ilmiah bidang perikanan tingkat regional, nasional dan internasional;
  6. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan lulusan;

Program Studi Akuakultur, didukung 24 Dosen Tetap, 20 orang adalah lulusan S2, dan 1 orang adalah S3 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, Universitas Halu Ole, dan berbagai kampus lainnya. Dosen tidak tetap kurang lebih sejumlah 21 orang.

Dua orang dosen telah tersertifikasi sebagai Pendidik Profesional, dan lainnya sementara berproses sebagai dosen profesional. Selain itu, beberapa dosen sementara menempuh studi lanjut Doktoral (S3) di perguruan tinggi terakreditasi A. Dosen tetap terus mengembangkan keilmuan dengan terlibat dalam berbagai kegiatan seminar internasional sebagai pemakalah.

Mahasiswa Program Studi Akuakultur memliki wadah organisasi mahasiswa tingkat program studi hingga nasional. Organisasi tingkat prodi, mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, sementara ditingkat nasional, mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HIMAPIKANI) yang lingkup kegiatannya mengembangkan kemampuan daya nalar dan minat serta bakat mahasiswa. Eksistensi organisasi tersebut diharapkan berdampak pada pengembangan jati diri mahasiswa sebagai insan perikanan [KPS].